Tentangnya.

Thursday, March 20, 2014


Hal Tentangnya  :
1. Gak terlalu suka pedes
2. Suka hampir semua jenis makanan, bukan pemilih
3. "Solving problem"nya bagus lebih bagus dari aku
4. Gak suka ngomong "sayang" terlalu sering
5. Sukanya musik country atau "keras"
6. On time
7. Nama ibu kita berdua sama
8. Suka traveling
9. Gak ribet
10. Dia sayang aku dengan caranya sendiri.

11. ........................


Ketika kaki terjejak untuk melangkah maju, aku sedang berkutat dengan beberapa bagian yang tertulis nyata di atas. Tentangnya yang aku peluk raganya, tentangnya yang aku rindu celotehnya, tentangnya yang aku miliki saat ini. Beri aku kenangan sebesar apapun tentang masa lalu, aku pasti akan tersenyum. Namun kemudian berikan padaku semua tentangnya yang belum ku ketahui, maka aku kan duduk manis menemani, dengan mata berbinar dan berharap sebagaimana itu adalah rahasia hidup yang sudah saatnya aku tau.

Ini bukan kisah cinta baru yang seakan mengganti kisah lama. Kisah lama itu tidak akan pernah terganti, bagaimanapun caranya. Tapi kisah tentangnya, menggeser perlahan peradaban tentang kisah lama yang sudah seharusnya beristirahat tenang di tempatnya. Kisah tentangnya seakan sebuah jalan baru yang membuatku memberanikan diri mengikuti naluri untuk menapakinya, meski tiada tahu akan bagaimana jalannya, dan akhirnya. Tentu saja.

Semanis itu kah tentangnya yang aku miliki ? Tidak. Dia tidak semanis itu. Tentangnya yang mencintaiku dengan seruan selamat malam di (hampir) setiap malamnya, meski beberapa menit sebelumnya kita berdebat dan menaikkan ego. Tentangnya yang merindukanku dengan mendadak skeptis dan dalam (mendadak) diam. Tentangnya yang mendadak mengirim pesan singkat, "Di depan rumah". Tentangnya yang menyisihkan sedikit waktunya di setiap tumpukan pekerjaannya dikantor, untuk menelepon dan berbagi cerita. Tentangnya yang memberikan surprise ulang tahun yang tidak pernah kusangka, akan aku miliki sebelumnya (baca: post sebelumnya ). Tentangnya yang selalu hampir gagal, dalam beberapa caranya untuk menjadikan pertemuan kita seromantis kisah film yang seringkali aku tonton. Tentangnya yang tidak pernah bisa membaca kode perempuan, tapi lucunya ia menanyakan dengan lugasnya, "Kamu mau ini ? Mau sekarang ? Ayok." Tentangnya yang mengaku tidak terlalu suka musik yang manis dan berlirik romantis, tapi bisa menuliskan sajak terindahnya untukku. Tentangnya, tidak semanis itu bukan ?

Beberapa hal tentangnya yang tercatat di benakku, mungkin baru sedikit, seperti halnya pertemuan ku dan hal tentangnya yang masih banyak yang tak ku ketahui. Aku masih butuh waktu lama untuk mengenalnya. Masih butuh waktu untuk mendekap dan menjalin kenangan tentangnya dihidupku. Semoga saja dia dan semua hal tentangnya tak segera beranjak, bergeser, pindah. Ya, semoga saja tentangnya akan terendap dan memilih tinggal untuk rentang waktu yang entah sampai kapan. Karena aku sudah terlanjur ingin tahu tentang semua, tentangnya. Sudah terlanjur meletakkan awal rasaku untuknya.

Untuk lembaran kosong yang mestinya terisi, yang sebelumnya terlampau malas untuk ku torehkan sesuatu, ku beranikan diri kini. Ku siapkan tempat tersendiri, untuk hal baru entah itu kisah perjalanan manis atau pertengkaran kecil dan semua tentangnya.










Jakarta,  Kamis siang yang hangat.
Backsound : Cover song by Boyce 




All Of Me - John Legend

Monday, March 10, 2014

One of my new favorite song and always remind me about someone,
NF.







[Verse 1:]
What would I do without your smart mouth ?
 Drawing me in, and you kicking me out
You've got my head spinning, no kidding, I can't pin you down
What's going on in that beautiful mind
I'm on your magical mystery ride
And I'm so dizzy, don't know what hit me, but I'll be alright

[Pre-Chorus:]
My head's under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind

[Chorus:]
'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you, oh

[Verse 2:]
How many times do I have to tell you
Even when you're crying you're beautiful too
The world is beating you down, I'm around through every mood
You're my downfall, you're my muse
My worst distraction, my rhythm and blues
I can't stop singing, it's ringing, in my head for you

[Pre-Chorus:]
My head's under water
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind

[Chorus:]
'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you, oh

[Bridge:]
Give me all of you
Cards on the table, we're both showing hearts
Risking it all, though it's hard

[Chorus:]
'Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
'Cause I give you all of me
And you give me all of you

I give you all of me
And you give me all of you, oh





Jawaban kecil dari Tuhan

Sunday, March 09, 2014

Aku memiliki judul "Jawaban kecil dari Tuhan ?" Jawabannya adalah, kehadiranmu.

Jadi, sebelum ku mulai cerita tentang bahagia ini, ingin aku sapa dulu kamu yang tak hentinya menemani, mengirimkan doa kepada Tuhan untuk kebahagiaanku. 


Hai, kamu. Aku ingin meminta izin bercerita tentang sedikit perjalanan kita yang baru dimulai. Boleh ?

March 03, 2014

Panas terik seakan menyengat tanpa henti ketika ku jejakkan kaki keluar dari kendaraan yang kunaiki, bersama dengan sahabatku. Aku memasuki rumah dengan keheranan, karena pintu rumah yang tak terkunci, dan bertambah rasa heranku ketika kutemukan dirimu terbangun dari tidur singkat di ruang tamu rumahku. Meski tak kupungkiri ada rasa rindu yang terselip kala melihat wajahmu, namun aku tak mungkin begitu saja berlari dan memelukmu dengan sejuata perasaan yang seakan tak ingin lagi jauh.

Tak berhenti rasa terkejutku sampai disana, beberapa saat ketika ku buka pintu kamar ingin sejenak melepaskan lelah, tapi yang kudapat adalah kejutan kecil yang telah kamu siapkan. Beberapa balon bertebaran di penjuru kamar dengan lipatan kertas berisi sajak buatanmu disetiap ikatannya. Tak luput sebungkus kado dan kue cokelat. Aku terdiam. Aku tak bisa berpikir apapun, saat itu yang aku tau adalah ucapan rasa syukur di sela keterkejutanku akan usahamu. Ternyata tanpa kuduga, kamu telah menyiapkan kejutan ini beberapa hari sebelumnya, bahkan kamu meminta izin kepada keluargaku untuk menyiapkan segala sesuatunya, ketika aku sedang tidak berada di rumah. Kamu seberusaha itu, aku tidak tahu harus melakukan apa kala itu selain memelukmu erat dan membisikkan kata terimakasih, untukmu.

Itu hanya sedikit dari rasa syukurku di pengurangan hariku di dunia, karena ternyata ada banyak orang yang menyayangiku dengan tulus dan salah satunya adalah, kamu.

Kamu, seseorang yang baru saja singgah dan entah akan terus tinggal--seperti ingin yang kamu utarakan kepadaku--atau melangkah keluar, sebagaimana mereka yang lebih dulu singgah di hidupku. Tapi, yang aku tau untuk sekarang kamu telah berhasil menyita hampir semua perhatianku.

Kamu, seseorang yang mampu meledakkan tawa ketika terkadang aku ingin sekali meneteskan air mata karena rasa sedih.

Kamu, seseorang yang meski menyisipkan tawa, namun tak pelak juga terkadang menorehkan rasa cemburu dan kesal kala ada bagian dari masa lalumu atau orang lain yang sedang berusaha mencoba meminta perhatianmu. Aku tidak ingin berbagi dengan mereka, seperti anak kecil ? Iya, layaknya seorang anak perempuan kecil yang akan menjerit dan menangis kesal ketika ada yang sepertinya ingin mengambil sesuatu yang telah menjadi kesayangannya.

Kamu, seseorang yang rela menahan egonya untuk mengikuti keinginanku, yang seringkali mendadak dan berubah pikiran tanpa ada jeda. Mencoba memberikan yang terbaik yang kamu miliki. Waktu, keadaan, usaha dan doa.

Kamu, seseorang yang entah menjadi jawaban dari Tuhan untuk segala penantian dan doa ku beberapa saat yang lalu atau tidak. Ketika sahabatku menyadarkanku dengan kalimat, "Penantian dan rasa sakit lo setaun yang lalu terbayar, myt. Gue bahagia ngeliatnya." sederhana, namun itulah salah satu alasanku untuk tetap bertahan dan menapaki hari yang masing-masing kita tak tahu akan dimana ujung dari setiap hari yang kita lewati bersama.

Kamu, seseorang yang tak sering mengungkapkan rasa sayang melalui kalimat romantis setiap saat, meski seringkali aku terlalu rewel untuk bertanya tentang perasaanmu kepadaku, tapi kamu tak pernah marah untuk menjawab meski terkadang jawabanmu asal sehingga membuatku menepuk pundakmu. Karena bagaimanapun, ada disaat dimana aku mencoba mengingat semua kesukaanmu hingga akhirnya menyesuaikan diriku dengan kebiasaanmu.

Me :  Kamu gak mau nanya aku sayang kamu atau engga ? | Him : Enggak, kamu stay sama aku aja juga udah cukup.

Kamu, seseorang yang berusaha mengembalikan rasa percayaku yang dulu pernah terkikis habis, hingga akhirnya aku menjadi terlalu skeptis terhadap orang lain. Mencoba mengerti keadaanku dengan pernyataanmu, bukan malah menghujamku kembali dengan pernyataan-pernyataan, meski kamu sangat bisa untuk membalas.

"Aku bisa membalas semua pernyataanmu, tetapi hubungan kita lebih berarti daripada pertengkaran yang mungkin saja akan terjadi setelahnya." - Kamu.

Ketika entah kapan kamu membaca kalimat sederhana yang terkumpul dan aku tuliskan untukmu di jurnal harianku, ini tidak akan pernah bisa menggambarkan dengan seutuhnya rasa terimakasih untuk usaha dan pengertianmu. Kumohon tetaplah seperti ini, mohon bersabarlah sebentar lagi untuk rasa percaya yang kini sedang usaha aku pulihkan, untuk setiap inci rasa sayang yang kian melebar, untuk waktu yang telah kita lewati bersama, dan untuk setiap harapan yang seringkali menjadi angan yang terucap untuk menjadi doa.


Terimakasih.
dan nanti bila Tuhan izinkan, aku perbolehkan kamu untuk terus menjamahi masa depanku, hingga rentang waktu tersiklus kembali ketanggal dua puluh sembilan februari.









Malam, selepas menghabiskan hari denganmu.









 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS